Anda Wajib Tahu ! Jenis Kulit Pada Wajah

Kulit wajah, saat melakukan peran utamanya dalam melindungi tubuh terhadap dunia luar, ternyata dapat beradaptasi, berubah, dan berevolusi sepanjang hidup lho! Itu sebabnya, mengenali tipe kulit wajah Anda sendiri sangat penting agar dapat melakukan perawatan yang juga tepat. Tiap orang memiliki kondisi kulit tersendiri, tergantung dari faktor genetik, kandungan air pada kulit yang memengaruhi elistisitas kulit, serta pertambahan usia. Berikut beberapa tipe kulit yang umum dimiliki oleh masyarakat Indonesia. jadi artikel ini akan mengulas sedikit tentang jenis kulit pada wajah. apakah wajah anda termasuk kedalam jenis kulit yang atau tidak?.

Jenis-jenis Kulit Wajah Yang Perlu Anda Ketahui selain struktur kulit tubuh untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Apalagi jika anda suka melakukan perawatan pada kulit wajah ini tentu baik sehingga anda dapat merawat wajah dengan tepat dan benar. info menarik mengenai struktur lapisan kulit wajah ini akan diulas untuk menambah wawasan kita semua. sehingga kita bisa mengantisifasi jakalau kulit kita termasuk kulit yang bermasalah. kita bisa langsung melakukan tindakan perawatan bagaimana yang cocok dengan kondisi kulit yang kita alami.

Mengenali struktur anatomi pada kulit memang diperlukan sebagai pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis kulit wajah ini penting agar dapat melakukan perawatan kulit wajah dengan baik dan tepat sehingga penampilan wajah selalu terjaga. Secara garis besar terdapat lima jenis kulit wajah yaitu kulit normal, kulit kering, berminyak, kombinasi dan sensitif. berikut penjelasan singkatnya, agar bisa dipahami dengan seksama :

Struktur Lapisan Kulit Wajah

  1. Kulit Normal

  1. Kulit Normal

Kulit yang sehat biasanya memiliki tingkat hidrasi dan sebum yang seimbang, serta kapasitas untuk memperbarui diri sendiri, karena itu kulit ini terlihat bersinar alami, kenyal, dan halus. Supaya seimbang kulit harus bisa menahan air dalam lapisannya dan menyebarkan ke seluruh bagian dalam tubuh. hal itu, berfungsi agar kulit yang dehidrasi akan mempertahankan kelembutan dan kelenturan kulit. Apabila ciri- ciri tersebut terasa pada kulit anda, berarti anda mempunyai jenis kulit yang normal.

Kulit Normal merupakan bagian dari kulit yang memiliki tekstur lentur dan kenyal, kelenjar minyak (sebacceous gland) yang terdapat pada kulit normal pada umumnya akan mengeluarkan minyak (sebum) dengan seimbang, artinya tidak terlalu berlebihan dan juga kekurangan.

Adapun Ciri- ciri dari kulit normal ini yaitu lembut berembun, segar, bercahaya, mulus, halus, elastis serta tidak tampak adanya minyak yang berlebihan atau tidak terlihat kering. meskipun jenis kulit normal ini cenderung lebih mudah dirawat akan tetapi tetap saja harus selalu dijaga dan dirawat dengan baik supaya tidak terjadi masalah seperti terjadi keriput, penuaan dini, tampak lelah, penumpukan kulit mati dan kotoran dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Tahapan perawatan yang baik bagi kulit normal yaitu dengan membersihkan wajah dengan pembersih yang lembut dan tidak menggosok nya secara kasar, diikuti dengan pelembap untuk kulit normal, lalu yang paling penting lindungi kulit selalu dengan penggunaan tabir surya.

  1. Kulit Kering


Lapisan kulit yang kedua adalah kulit kering yang terjadi akibat kelenjar minyak (sebacceous gland) yang dikeluarkan terlalu sedikit atau sangat rendah sehingga membuat kulit tampak tidak segar dan cenderung terlihat keriput. Adapun Ciri-cirinya yaitu kulit pecah-pecah, terasa kakau, keras dan tidak lembab. Muncul nya Garis atau kerutan di sekitar mata, pipi dan bibir pada wajah yang berkulit kering.

Pada usia muda Kulit kering memang akan terlihat bagus, tapi ketika menginjak usia 30 tahun keatas kulit ini akan terlihat semakin keriput dan kering. Kulit kering akan semakin parah jika menghadapi kondisi ekstrem seperti perubahan cuaca, suhu terlalu rendah dan terlalu tinggi, telalu sering terpapar AC, Alkohol dan angin. untuk itu hindari penyebab kulit kering tersebut atau paling tidak anda bisa mengantisifasinya.

  1. Kulit Berminyak


Kelenjar minyak (sebacceous gland) yang tidak dapat mengontrol jumlah minyak yang harus dikeluarkan karena terlalu aktif dan produktif menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak. Hal ini di karenakan kelenjar minyak pada kulit berminyak yang biasanya terletak di lapisan dermis mudah terpicu untuk bekerja lebih aktif.

Adapun Ciri-ciri dari kulit berminyak yakni minyak didaerah T (dahi, hidung dan dagu) tampak kelebihan, kulit bertekstur tebal, pori-pori besar, wajah tampak berkilat, mudah berjerawat dan makeup sulit menempel. Namun kelebihan dari kulit yang berminyak adalah memperlambat proses penuaan dini karena kulit lembab dan berminyak sehingga mencegah kerutan. Hal yang perlu di perhatikan yaitu mengontrol minyak yang dikeluarkan oleh kulit dan menjaga kulit agar tetap bersih dari kotoran, debu, polusi dan bakteri. untuk menghindari hal tersebut anda harus rajin- rajin membersihkan wajah anda, terlebih apabila wajah anda terkena kotoran.

  1. Kulit Kombinasi


Gabungan dari kulit kering dan kulit yang berminyak (sebacceous gland) disebut dengan Kulit kombinasi. pada kulit kombinasi ada bagian tertentu kelenjar keringat sangat aktif sedangkan daerah lain tidak. Kulit berminyak biasanya terdapat pada daerah T sedangkan kulit kering terdapat disekitar pipi.

Ciri-ciri dari kulit kombinasi yaitu kulit didaerah T berminyak dengan tekstur kulit lebih tebal dan pada daerah pipi kering dengan tekstur kulit yang tipis. Salah satu yang menjadi penyebab tipe kulit kombinasi ini adalah faktor genetis, banyak ditemukan pada masyarakat Asia. karena perbedaan tersebut kulit kombinasi memerlukan perawatan khusus, pada area kulit berminyak dirawat dengan perawatan untuk kulit berminyak sedangkan di area kulit kering atau normal dirawat sesuai dengan jenis kulit tersebut.

  1. Lapisan Kulit Sensitif


Kulit sensitif adalah kulit yang mempunyai ciri-ciri, tekstur kulit tipis, mudah mengalami alergi, cepat bereaksi terhadap alergen, mudah terluka dan iritasi. kulit mudah terlihat kemerahan karena pembuluh darah kapiler dan ujung saraf berada sangat dekat dengan permukaan kulit. Kulit sensitif tidak mudah untuk diamati sehingga diperlukan bantuan dokter kulit (dermatolog) untuk memeriksa nya dalam tes alergi imunologi. Bentuk-bentuk reaksi pada kulit sensitif diantara nya bercak merah, gatal, mudah mengalami iritasi hingga luka serius.

Faktor-faktor yang dapat menjadi alergen bagi kulit sensitif yaitu debu, vitamin B3, kafein, nikrotin, kandungan parfum, makanan yang pedas, makanan berbumbu tajam, minuman beralkohol, kosmetik, sinar ultraviolet dan gangguan stres.

Itulah beberapa jenis lapisan pada kulit wajah yang perlu anda ketahui. Semoga saja dengan mengetahui lapisan kulit yang terdapat pada wajah tersebut anda bisa menjaga dan merawat kulit wajah anda dengan baik dan tepat. dengan perawatan yang benar dan baik wajah anda akan tampak lebih bersih dan berseri. jauh dari berbagai masalah kulit seperti jerawat atau penyakit yang lainnya yang membuat penampilan kita kurang sempurna sehingga kita tidak percaya diri dalam menghadapi realita hidup.

semoga artikel ini bermanfaat. terima kasih

Click Here to Leave a Comment Below

Leave a Reply: